puisi Selaksa Kerinduan

Advertisement

SELAKSA KERINDUAN
BY:Ayu Andhira

Benang-benang keputusasaan
Ku tenun dengan keresahan hati
Menjadi selendang kebisuan
Aku terhunus panah cintamu
Dalam gegap gempita
Kurasa kobaran api menguliti tubuhku
Panas merasuk kedalam ragaku

Aku bagai hidup dalam miniatur dunia
Yang dibangun dengan kesabaran
Namun diporakporandakan dalam sekejap
Aku bagai mayat hidup
Merangkak tanpa memandang kedepan
Berjalan tanpa arah Dan tujuan
Berlari tanpa semangat Dan impian

Aku bagai manekin di etalase toko
Pandanganku lurus kedepan
Namun kosong….
Aku mati rasa…
Aku bagai puisi tanpa bait
Yang menghiasi cakrawala
Namun tak bergeming

Apa kau lihat bulir-bulir air mata ku yang terus berderai?
Apa kau dengar jeritan hati ku yang tak pernah diam?
Apa kau tau jiwaku slalu kosong tanpa kehangatan cintamu?
Walau hanya sebatas mimpi…
Dan kini aku semakin yakin
Malaikat cinta itu tidak nyata

Dimana harus ku kubur keping-keping kerinduan ini?
Dimana harus ku semayamkan selaksa kerinduan ini?
Tuhan….
Aku telah terbuai akan kabut janji
Aku telah terlena akan syair cinta
Binasakanlah aku
Bila itu penawar kerinduan ini

BY:Ayu Andhira

Advertisement