Puisi Diary Usang

Advertisement

DIARY USANG

Dear diary,
Hembusan angin di waktu fajar
Bangunkan tidurku
Mentari pagi pun bermahkotakan embun
Terlintas kembali wajah itu dalam rekaman mimpiku
Ingin rasanya kusemayamkan jiwa ini lagi
Agar senantiasa bersamanya mengarungi samudera asmara

Dear diary,
Sunggingan bibirnya bagai mentari yang berpijar
Membuat resahku binasa
Genggaman tangannya dikala senja
Meringankan langkah kakiku
Peluknya ditengah cekamnya malam
Meneduhkan jiwaku

Dear diary,
Aku tak sebening embun pagi
Aku tak semerbak bunga mawar
Aku tak seelok taman firdaus
Aku tak semegah istana surga
Aku pun tak serupawan bidadari
Pantaskah aku bersandar di pelabuhan cintanya?

Oh diary…..
Beri aku satu tembang sendu…

(piano;someone like you;by adelle)

Diary punya cerita,,
Cerita melankoli cinta
Datangnya dari insan biasa
Lihatlah..
Di setiap lembar kekusamannya
Tertoreh tinta merah jambu
Yang melukiskan milyaran perasaan

Usang...
Sampul kumal dan hilang bentuk
Namun ia memiliki jiwa
Jiwa insan yang di landa cinta
Jiwa insan yang bahagia
Jiwa insan yang terluka
Jiwa insan yang gundah gulana

Torehan-torehan itu bukanlah lelucon
Torehan-torehan itu bukanlah rajutan mimpi
Bukan pula harapan masa kelam
Melainkan kejujuran hati yang suci
Ia mengukir doa dalam kawanan kabut
Hingga menyentuh kalbu ilahi
Dan menelan waktu

Dengarlah,,
Ini cerita diary usang.

karya : Ayu Andhira


Advertisement